Tutorial Remote Mikrotik Menggunakan Domain Sendiri(DDNS)

Halo. Tak terasa hampir 2 tahun blog ini saya dapatkan ketika masih berada di perkuliahan. Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana cara remote router mikrotik melalui domain. Terus bedanya apa sama remote langsung pake IP?

Pada dasarnya sama. Jika IP pada router mikrotik yang di dapatkan adalah IP Static maka bisa langsung akses ke IP tersebut, Namun ada beberapa ISP yang memberikan IP Publik secara dinamis. Maka ketika ip yang akan diakses berubah-ubah atau dalam istilah orang menyebutnya adalah IP Dynamic maka akan sulit bagi para administrator jaringan dalam mengakses IP yang selalu berubah-ubah. Hal inilah kenapa saya membuat artikel kali ini terkait dengan remote mikrotik ūüôā

Tutotial kali ini kita akan gunakan Domain, Hosting, Dan Ip Cloud.

Apa itu domain?

Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi alamat sebuah server komputer.

Apa itu Hosting?

Hosting merupakan layanan tempat penyimpanan data atau menjalankan aplikasi ditempat terpusat yang disebut dengan server.

Apa itu IP Cloud?

Salah satu fitur layanan dari mikrotik yang bisa dikatakan hampir sama seperti service DDNS (Dynamic DNS) yang banyak tersedia di Internet. Dengan fitur ini, service router yang sebelumnya diakses dengan IP Public.
Jika teman-teman pembaca baru akan memulai untuk menggunakan Domain dan Hosting. Saya kasih rekomendasi Salah satu penyedia layanan domain & hosting Indonesia dengan Disk Space Unlimited disini. Paket hosting bisa teman-teman sesuaikan dengan kebutuhan ya. Tambahan lagi saya kasih kode Voucher diskon potongan 10% pada saat checkout order -> a-makasihshola

Setelah Anda memiliki Domain & Hosting maka kita akan lanjut ke langkah selanjutnya.

  1. Karena domain utama mengarah ke server hosting Maka kita akan gunakan fasilitas Simple Zone Editor cPanel Hosting. Fungsi ini lah yang akan mengarahkan subdomain tersebut ke IP Dynamic router mikrotik. Subdomain adalah bagian dari sebuah nama domain induk. Subdomain umumnya mengacu ke suatu alamat fisik di sebuah situs contohnya: wikipedia.org merupakan sebuah domain induk.Sedangkan id.wikipedia.org merupakan sebuah sub domain. Biasanya, subdomain ada di depan domain dan dipisah dengan titik(https://id.wikipedia.org/wiki/Subdomain)
  2. Setelah masuk ke menu Simpe Zone Editor langkah selanjutnya adalah membuat subdomain baru. Subdomain bisa teman-teman sesuaikan karena tujuan disini adalah agar IP Dynamic pada router Mikrotik akan mudah diingat jika menggunakan nama domain. Sebagai Contoh saya coba menggunakan subdomain http://mikrotik.sholahudd.in. Pastikan pada form yang akan diisi adalah CNAME RECORD
  3. Langkah selanjutnya adalah mengaktifkan fitur IP Cloud pada Mikrotik.
  4. Setelah Fitur IP Cloud diaktfkan langkah selanjutnya adalah mengisi DNS Name ke CNAME record sebelumnya
  5. Setelah mengisi CNAME RECORD biasanya belum bisa langsung diakses karena masih dalam propagasi DNS.¬†¬†Propagasi DNS¬†adalah waktu yang dibutuhkan oleh domain untuk dapat tersambung dengan server. Pada masa¬†Propagasi DNS¬†ini biasanya domain tidak bisa diakses. Kurang lebih 1×24 jam. Namun teman-teman bisa coba cek propagasi DNS pada subdomain tersebut melalui¬†https://www.whatsmydns.net.
  6. Biasanya propagasi juga bisa lebih cepat(Tergantung pada masing-masing ISP yang digunakan). Jika telah menunggu 1×24 jam teman-teman bisa coba akses langsung subdomain yang telah di buat dan hasilnya….Sekarang bisa langsung akses router mikrotik dengan IP Publik Dynamic melalui domain sendiri yang mudah diingat :). Jika ada kesulitan bisa coret di kolom komentar ya ūüôā

Catatan:

Jika akan menggunakan fitur ini pastikan IP Publik yang digunakan berada pada mikrotik Anda atau tidak dibelakang NAT. Sehingga dapat dipastikan menggunakan Fitur PPoE pada mikrotik dan pada settingan modem telah di set sebagai mode Bridge bukan router.

Seorang Mahasiswa Teknik Informatika yang senang dunia networking terutama router mikrotik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *